Tampilkan postingan dengan label Cerpenis dengan Inisial 'K'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpenis dengan Inisial 'K'. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2012

Cerpen karya Korrie Layun Rampan: "Terbakar"

Terbakar
Cerpen karya Korrie Layun Rampan|

Apakah yang unik dikisahkan tentang Bentas Babay? Arus sungai yang berubah dari sebuah dataran tanjung yang berlekuk ke selatan, dan tanjung yang memanjang itu digali oleh Babay --seorang pedagang yang selalu memintas di tempat itu dengan perahu berdayung dua. Karena ingin memperpendek jarak, Babay menggali tanjung curam itu. Oleh aliran air sungai yang deras selama musim banjir, lama-kelamaan tanjung itu putus dan membentuk sungai baru. Bagian ke hilir sungai itu membentuk sebuah teluk, yang pada arus air dalam, teluk itu memusar dengan ulak yang masuk ke dalam lingkaran arus yang deras. Ngeri sekali tampaknya.

Karena terusan yang berubah jadi sungai itu digali Babay, hingga kini orang menyebutnya Bentas Babay, yang maknanya bertemunya sungai baru akibat putusnya sebuah dataran tanjung  ............
Selengkapnya

Jumat, 07 Desember 2012

Cerpen karya Kuntowijoyo: "ANJING-ANJING MENYERBU KUBURAN"

ANJING-ANJING MENYERBU KUBURAN
Cerpen Karya: Kuntowijoyo

Ia tidak usah khawatir. Sekalipun kecibak air sungai, bahkan batu yang menggelinding oleh kakinya di dalam air terdengar jelas, tapi tidak seorang pun akan mendengar. Gelap malam dan udara dingin telah memaksa para lelaki penduduk desa di atas menggeliat di bawah sarung-sarung mereka. Para perempuan mendekami anak-anak mereka seperti induk ayam yang ingin melindungi anaknya dari kedinginan.

Tidak seorang pun di sungai, pencari ikan terakhir sudah pulang, setelah memasang bubu. Bilah-bilah bambu yang menandai bubu itu muncul di atas air, tampak dalam gelap malam itu. Tidak ada angin, pohonan menunduk lesu setelah seharian berjuang melawan terik matahari. Ketika perjalanannya sampai di persawahan, hanya kunang-kunang yang menemaninya. Dan di ujung persawahan itu, ada gundukan tanah. Dalam gundukan tanah itulah terletak kuburan-kuburan desa. Dia tinggal mencari timbunan tanah yang masih baru. Kuburan itulah yang ia cari : seorang perempuan telah meninggal pada malam Selasa Kliwon ..................Selengkapnya

Minggu, 02 Desember 2012

Cerpen karya Kuntowijoyo: "RUMAH YANG TERBAKAR"

Cerpen "RUMAH YANG TERBAKAR"
Karya: Kuntowijoyo

Ada dua pantangan yang tak boleh di langgar di dusun pinggir hutan itu. Kata orang, mahluk halus yang menunggu dusun, mbaurekso, akan marah bila ada yang berani menerjang larangan. Kemarahan tidak hanya ditimpakan pada pelanggarnya, tetapi pada seluruh warga. Tidak seorangpun, kecuali yang berani nyerempet-nyerempet bahaya melanggarnya. Itupun dengan resiko dikucilkan oleh penduduk. Pantangan pertama ialah orang tak boleh kawin dengan orang dari dusun di dekatnya, dusun yang terletak di sebelah utara pematang, meskipun secara administratif masuk dalam kelurahan yang sama. Kedua, orang tidak boleh mendirikan surau di dusun itu.

Pantangan pertama bisa dimengerti karena ada perbedaan pekerjaan. Di sebelah selatan adalah petani, sedang di sebelah utara adalah pedagang. Engkau tak akan berbahagia kawin dengan orang pelit, apa-apa dihitung, kata orang-orang tua. Pantangan yang kedua ada hubungannya dengan yang pertama. Dulu perbedaan pekerjaan itu telah menyebabkan perang antar desa. Karena itu orang selatan harus berbeda dengan orang utara dalam segala hal. Memakai bahasa sekarang, orang akan bilang “harus punya jati diri”. Kebetulan dusun di utara itu adalah dusun santri dan mau tidak mau orang selatan harus jadi abangan  .................Selengkapnya